KESENIAN BANYUWANGI

Posted in Kesenian on May 4, 2008 by prayoga andry

Gandrung

Penari Gandrung

Deskripsi

Gandrung Banyuwangi berasal dari kata Gandrung, yang berarti tergila-gila atau cinta habis-habisan. Tarian ini masih satu generasi dengan tarian seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di Cilacap dan Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, yakni melibatkan seorang wanita penari professional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik atau gamelan.

Tarian ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi cirri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan Gandrung, dan anda akan menjumpai patung penari Gandrung di berbagai sudut wilayah Banyuwangi, dan tak ayal lagi Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung.

Tari Gandrung ini sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya.

Sejarah

Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan menurut laporan Scholte (1927) instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang. Namun demikian, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang dimungkinkan karena ajaran Islam melarang segala bentuk travesty atau berdandan seperti perempuan. Namun, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan.

Sedangkan Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi, seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun, namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah) bernazar seperti �Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung sing yo sing� (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak ya tidak jadi). Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan Seblang sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya Gandrung oleh wanita.

Tradisi Gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggungnya. Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya Gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan gandrung, yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian disamping mempertahankan eksistensinya yang makin terdesak oleh era globalisasi.

KESENIAN BALI

Posted in Kesenian on May 4, 2008 by prayoga andry

Drama Gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal Drama Gong merupakan pencampuran dari unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali). Nama Drama Gong diberikan kepada kesenian ini oleh karena dalam pementasannya setiap gerak pemain serta peralihan suasana dramatik diiringi oleh gamelan Gong (Gong Kebyar). Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh Anak Agung Gede Raka Payadnya dari desa Abianbase (Gianyar). Diakui oleh penciptanya bahwa Drama Gong yang diciptakan dengan memadukan unsur-unsur drama tari tradisional Bali seperti Sendratari, Arja, Prembon dan Sandiwara dimaksudkan sebagai sebuah prembon (seni campuran) modern.

Unsur-unsur teater modern yang dikawinkan dalam Drama Gong antara lain :

  • tata dekorasi
  • penggunaan sound efect
  • akting
  • tata busana

Karena dominasi dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional Bali masih begitu kuat, maka semula Drama Gong disebut “drama klasik“.

Adalah I Gusti Bagus Nyoman Panji yang kemudian memberikan nama baru (Drama Gong) kepada kesenian ini berdasarkan dua unsur baku (drama dan gamelan gong) dari kesenian ini. Patut dicatat bahwa sebelum munculnya Drama Gong di Bali telah ada Drama Janger, sebuah kesenian drama yang menjadi bagian dari pertunjukan tari Janger. Dalam banyak hal, drama Janger sangat mirip dengan Sandiwara atau Stambul yang ada dan populer sekitar tahun 1950.

Drama Gong adalah sebuah drama yang pada umumnya menampilkan lakon-lakon yang bersumber pada cerita-cerita romantis seperti cerita Panji (Malat), cerita Sampik Ingtai dan kisah sejenis lainnya termasuk yang berasal dari luar lingkungan budaya Bali. Dalam membawakan lakon ini, para pemain Drama Gong tidak menari melainkan berakting secara realistis dengan dialog-dialog verbal yang berbahasa Bali.

Para pemeran penting dari Drama Gong adalah:

  • Raja manis
  • Raja buduh
  • Putri manis
  • Putri buduh
  • Raja tua
  • Permaisuri
  • Dayang-dayang
  • Patih keras
  • Patih tua
  • Dua pasang punakawan

 

Para pemain mengenakan busana tradisional Bali, sesuai dengan tingkat status sosial dari peran yang dibawakan dan setiap gerak pemain, begitu pula perubahan suasana dramatik dalam lakon diiringi dengan perubahan irama gamelan Gong Kebyar. Masyarakat Bali mementaskan Drama Gong untuk keperluan yang kaitannya dengan upacara adat dan agama maupun kepentingan kegiatan sosial. Walaupun demikian, Drama Gong termasuk kesenian sekuler yang dapat dipentaskan di mana dan kapan saja sesuai dengan keperluan. Kesenian Drama Gong inilah yang memulai tradisi pertunjukan “berkarcis” di Bali karena sebelumnya pertunjukan kesenian bagi masyarakat setempat tidak pernah berbentuk komersial. Drama Gong mulai berkembang di Bali sekitar tahun 1967 dan puncak kejayaannya adalah tahun1970. Pada masa itu kesenian tradisional Bali seperti Arja, Topeng dan lain-lainnya ditinggalkan oleh penontonnya yang mulai kegandrungan Drama Gong. Panggung-panggung besar yang tadinya menjadi langganan Arja tiba-tiba diambil alih oleh Drama Gong. Namun semenjak pertengahan tahun 1980 kesenian ini mulai menurun popularitasnya, sekarang ini ada sekitar 6 buah sekaa Drama Gong yang masih aktif.

Sekaa – sekaa Drama Gong yang dimaksud antara lain adalah :

  • Drama Gong Bintang Bali Timur
  • Drama Gong Duta Budaya Bali
  • Drama Gong Dewan Kesenian
  • Drama Gong Dwipa Sancaya
  • dan lain-lain

Terakhir muncul Drama Gong Reformasi yang didukung oleh para bintang Drama Gong dari berbagai daerah di Bali.

KESENIAN BETAWI

Posted in Kesenian on May 4, 2008 by prayoga andry
Jalan-jalan ke Kampung Betawi
   

 

Jalan-jalan di dalam Jakarta? Situ pula yang dilihat mana ada asiknya? Itulah pikiran yang menghampiri kita selama ini, termasuk halohalo.co.id. Tapi sejumlah kawan bilang, “Situ Babakan di Jagakarsa menyodorkan suasana beda. Dijamin!”

Dari sanalah akhirnya petualangan dimula. Segeralah halohalo.co.id meluncur ke Situ Babakan yang terletak di Jagakarsa, Lenteng Agung. Dari arah Jakarta menuju Depok. Lokasinya ada di antara Kelurahan Jagakarsa dan Kelurahan Srengseng Sawah.

Awalnya kami cuma disambut sebuah situ atau danau yang cukup luas. “Hmm…not bad,” pikir saya. “Cukuplah untuk melemparkan stres ke sana.”

Semakin masuk ke dalam, semakin mempesonalah kampung Betawi ini. Rumah-rumah tempo dulu ala sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” berderet di sana. Pepohonan semakin menghadirkan suasana Betawi. Aroma kerak telor yang meruap dari jajaran pedagang kaki lima menambah kental aroma Betawi kampung itu.

Rasanya tak tahan deh untuk melepas stres dengan duduk duduk di tepi danau sambil menikmati suguhan bir pletok (bukan bir yang diharamkan). Ini adalah minuman khas Betawi. Konon, minuman ini sudah lahir sejak jaman Belanda. Karena jaman dulu belum ada gelas beling, maka minuman ini dituangkannya ke gelas bambu dan menimbulkan bunyi khas “pletok”, begitu kira-kira.

Untuk teman bir pletok kami memesan sepiring kerak telor sembari melempar pancing. “Siapa tahu dapat ikan buat oleh-oleh,” pikir saya lagi.

Hari itu cerah sekali. Aroma tanah yang baru diguyur hujan pelan-pelan mengusir penat saya. Yang membuat kami terpesona, adalah daerah ini adalah surga untuk membuat foto.

Sebenarnya danau di kampung ini sudah ada sejak lama, namun baru tahun 1970-an dijadikan obyek rekreasi bagi penduduk setempat yang memang asli Betawi. Karena penduduknya asli Betawi itulah, maka kampung Babakan seluas 100 hektare itu oleh Pemda DKI dijadikan kampung wisata untuk melestarikan budaya Betawi.

Danau yang luasnya sekitar 65 hektare itu bersama kampung Babakan resmi dijadikan tempat tujuan wisata oleh Pemda DKI sejak enam tahun silam. Persis di tepi danau berdiri tiga bangunan rumah khas Betawi. Rumah yang didominasi kayu ini salah satunya untuk kantor pengelola kampung wisata ini.

Suasana yang tenang… membuat kami kerasan berlama-lama menikmati kilauan air danau. Setiap hari Sabtu dan Minggu di kampung ini juga ada hiburan khas kampung, yakni kelompok kesenian tradisional Betawi menggelar acaranya di panggung terbuka.

Ah, Jakarta ternyata tak cuma macet, asap kendaraan, dan makian supir metromini. Situ Babakan adalah warna lain dari Jakarta. Sejuk, tenang dan melenakan. Apalagi bila ditambah jus belimbing yang dipetik dari pohon-pohon di kampung ini. Benar-benar bikin kangen.

hi, guy’s ……..

Posted in about m3 on May 4, 2008 by prayoga andry

SELAMAT DATANG DI my BLOG

Di blog ini gw ngebahas tentang apa ja yang da di bumi pertiwi kita ini !!!!

Espcially, in BIDANG PARIWISATA

di BLOG ini setidaknya lo bsa taw dmn ja tmpat” yang INDAH, DAn ASRI tentunya……

memang masih begitu banyak kelurangan disana sini, tp NAMANYA JUGA masih BELAJAR, HEHEHEHEH

maka dari itu kritik & saran dapat di layangkan via TLP, surat, fax, ataw dengan “MERPATI” kaya zaman dulu

just a jokes friend

 

PELABUHAN RATU

Posted in Lautan on May 4, 2008 by prayoga andry

Pelabuhan Ratu

Pelabuhan Ratu – Ombak tak pernah sama di mata orang.
Gelombang laut yang menghasilkan suara gemuruh itu selalu membuat kesan tersendiri. Ada yang kagum, ada pula yang penasaran. Orang yang takut pun juga ada. Biasanya, ketakutan mereka dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistik. Pastinya, hampir setiap orang terkesan ketika berjumpa dengan pantai yang berombak. Makin pas tersaji bersama keindahan panorama sekitar.


Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi

Posted in Lautan on May 4, 2008 by prayoga andry

Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi

Published by coe_m3 | Filed under Badung

kutaPantai Kuta adalah pantai yang wajib dikunjungi jika Anda pergi ke Bali. Kuta memang merupakan sentral pariwisatanya Bali. Selain pantainya yang tenang dengan pasir putihnya, di Kuta juga merupakan pusat hiburan di Bali. Selain sebagai pusat hiburan, pantai Kuta juga merupakan pantai surganya para surfer. Dengan ombak yang untuk menantang nyali para surfer baik surfer pemula maupun yang sudah pro.

Yang terkenal di pantai Kuta adalah sunset. Karena memang letaknya bertepatan dengan terbenamnya matahari.

Apa saja yang bisa anda nikmati di seputar pantai Kuta?

  1. Berjemur. Bagi anda yang doyan berjemur di pantai, Kuta adalah tempat yang paling nyaman untuk itu. Meski pengunjungnya cukup ramai, tapi angin yang brehembus langsung dari Samudera Pasifik dikombinasikan dengan hangatnya matahari di sela suara ombak, memberi nuansa suasana tropis yang sangat enak dinikmati. Bisa juga Anda berjemur sambil dipijat oleh para pemijat yang banyak menawarkan jasanya disana.
  2. Temporary Tatoo. Suka menghias tubuh Anda? Disini pusatnya temporary tato. Berbagai pilihan motif bisa anda lukis di tubuh Anda. Dijamin aman dari AIDS dan bisa bertaham sampai beberapa minggu.
  3. Surfing. Suka tantangan dan suka berbasah-basah dengan air laut? Cobalah Anda melakukan surfing. Jika Anda belum mahir surfing, banyak surfer-surfer yang menawarkan kuliah singkat buat surfer pemula.
  4. Berenang di pantai. Ombaknya lumayan besar. Perhatikan tanda-tanda dimana Anda tidak boleh berenang. Meski ada petugas Balawista, sebaiknya anda tetap memperhatikan peringatan dan tanda-tanda yang dipasang dimana anda boleh dan dilarang berenang.
  5. Clubbing dan hiburan malam lainnya. Jika anda suka hiburan malam, di Bali Kuta lah pusatnya. Anda bisa coba beberapa tempat yang sudah ternama seperti Double Six, Kamasutra, Kudeta, Living Room, Hard Rock dan puluhan tempat lainnya.
  6. Water sport, seperti parasailing dan paragliding.
  7. Shopping, Kuta adalah pusatnya artshop. Sepanjang jalan Anda akan temukan berbagai art shop yang menawarkan aneka ragam souvenir, pakaian dan berbagai barang lainnya.
  8. Menikmati Sunset.
  9. Wisata Kuliner, berbagai jenis restoran dengan harga yang terjangkau sampai harga bintang lima bisa anda temukan disini
  10. Dan masih banyak lagi.

PANTAI LAMPUNG

Posted in Lautan on May 4, 2008 by prayoga andry

Wisata Alam Lampung

pantaibadarlampung.jpgSETELAH kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta Pantai Anyer di pesisir barat Provinsi Banten, kini Kota Bandar Lampung menjadi obyek wisata pilihan bagi banyak warga Jakarta. Setiap akhir pekan, ratusan mobil bernomor polisi Jakarta menyeberangi Selat Sunda menuju Bandar Lampung. Kamar-kamar hotel di kota itu pun setiap Sabtu-Minggu tidak tersisa lagi, bahkan harus dipesan minimal dua minggu sebelumnya. Bandar Lampung kotanya enak, di atas bukit dengan panorama laut. Kota ini pun tidak terlalu ramai. Dari Jakarta ke Tanjung Karang, banyak hal bisa dinikmati. Salah satunya adalah bersantai di atas kapal feri. Pantainya juga lumayan bagus dan bersih,” ungkap Hasan Said (38), salah seorang warga Jatinegara, Jakarta, ketika ditemui Kompas berakhir pekan di Bandar Lampung, belum lama ini.

Kompas/Rakaryan S
Hasan menambahkan, hampir setiap bulan dia datang untuk rekreasi ke Lampung. Bagi dia, kawasan Puncak dan Bandung sudah kurang menarik lagi karena sudah terlalu padat sehingga tidak nyaman untuk dipakai rekreasi. Sedangkan Anyer, dinilai hanya memiliki pantai sehingga kurang variatif.

“Di Lampung ini kalau ingin ke pantai, ya, kita bisa ke sana dengan biaya murah. Pantainya juga bermacam-macam, ada yang bisa untuk berenang, ada yang penuh tebing karang. Kalau mau yang unik dan nuansanya lain, ya, ke Way Kambas sana,” ungkap Ny Nurhasanah (40), warga Grogol, Jakarta, yang juga memilih Lampung sebagai tempat berwisata.

Orang-orang yang berpikir seperti Hasan dan Ny Nurhasanah jumlahnya tidak sedikit. Mereka itulah yang setiap akhir pekan memenuhi hotel-hotel di Bandar Lampung, yang menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Almatsir Pagaralam, jumlahnya 25 buah, terdiri dari tujuh hotel berbintang dengan total kamar 650 buah, dan 18 hotel melati dengan jumlah kamar 900 buah.

***

BANDAR Lampung memang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Jika kita berangkat dari Jakarta pukul 07.00, pukul 14.00 sudah bisa sampai di Bandar Lampung. Bandingkan dengan perjalanan dari Jakarta ke Bandung pada saat akhir pekan, yang bisa menghabiskan waktu yang sama tetapi harus ditempuh dengan penuh perjuangan dan melelahkan karena teramat padatnya arus lalu lintas di beberapa ruas jalan.

Perjalanan ke Lampung tidak terasa melelahkan karena jalan-jalan raya yang harus dilalui tidak macet, dan bisa beristirahat sekitar dua setengah sampai tiga jam saat akan memasuki kapal feri, selama dalam pelayaran, sampai turun dari kapal. Setidaknya bagi mereka yang sudah bosan menikmati pelayaran, selama di kapal feri adalah waktu yang enak untuk dipakai beristirahat. Dengan demikian, Anda bisa langsung melakukan berbagai aktivitas begitu sampai di Bandar Lampung.

Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung pun adalah kota yang cukup lengkap. Berbagai jenis makanan tersedia di kota ini, bahkan makan lesehan ala Malioboro di Yogyakarta pun tersedia di sepanjang Jalan Kartini. Menunya, mulai dari ayam bakar, lele goreng sampai berbagai jenis seafood. Kalau Anda tiba-tiba kangen soto kudus, batagor atau mi tek-tek, di Bandar Lampung pun tersedia. Apalagi jenis-jenis makanan siap saji, baik waralaba dari luar negeri ataupun rumah makan Padang.

Hotel-hotel di Lampung pun tersedia mulai dari bintang tiga sampai kelas melati. Tarifnya mulai dari Rp 60.000 sampai satu Rp 1 juta per malam. Bahkan, di beberapa hotel, tersedia pula fasilitas hiburan seperti karaoke, restoran, dan musik hidup, atau meja biliar. Di luar hotel, di sekitar kawasan pantai atau daerah Teluk Betung, tempat hiburan seperti diskotek, restoran di pinggir pantai, juga tersedia. Tinggal pilih mana yang menjadi kesukaan Anda.

Namun, jika ditanyakan kepada para “tamu” dari Jakarta yang datang bersama keluarga ke Lampung, tempat favorit mereka pastilah kawasan Pantai Lampung yang airnya jernih, berpasir putih, namun juga harus lebih hati-hati karena di sana-sini juga terdapat karang. “Dibanding Ancol, pantai di sini jelas lebih bagus. Airnya masih bersih betul, mau mandi pun enak,” ungkap Ny Rini, salah seorang pelancong asal Jakarta yang tengah berekreasi di kawasan wisata Pasir Putih, sekitar 16 km dari pusat Kota Bandar Lampung.

Selain pantainya yang bersih, indah, dan murah, Way Kambas adalah tempat pilihan lainnya untuk mereka yang datang ke Lampung bersama keluarga. “Saya sudah lebih dari lima kali ke sini, tapi tidak pernah bosan. Anak-anak juga suka sekali naik gajah…,” papar Wahyu (33), wisatawan asal Tangerang.

Meski dibutuhkan waktu tak kurang dari tiga jam untuk sampai Way Kambas, para wisatawan menikmati perjalanan itu karena pemandangan areal persawahan dan kebun sepanjang perjalanan, menyejukkan mata. Di Way Kambas kita bisa menghabiskan waktu sepuas-puasnya. Bahkan, jika Anda
ingin masuk lebih dalam ke kawasan hutan Way Kambas, tur masuk hutan dengan menunggang gajah pun tersedia asalkan ada uang yang cukup untuk membiayainya.

***

SALAH satu daya tarik lain berwisata ke Lampung pastilah oleh-oleh yang bisa kita bawa dari Lampung. Berwisata ke suatu tempat, memang terasa kurang lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang.

Dalam soal ini, Lampung menyediakan berbagai macam oleh-oleh untuk bisa Anda bawa. Jika Anda penggemar hiasan tradisional, atau penggemar kain tradisional, karya-karya hiasan dinding dan kain lengkap tapis sangat patut dijadikan oleh-oleh. Jikalau dana Anda sedang pas-pasan, keripik pisang Lampung atau kerupuk kemplang tentu pantas pula untuk Anda hadiahkan kepada rekan-rekan Anda.

Tidak sedikit juga wisatawan ke Lampung pulang dengan membawa berbagai hiasan dari kulit kerang atau karang laut. Kerajinan kerang dan karang laut itu memang bisa dijumpai dengan mudah di selatan Kota Bandar Lampung, di sepanjang kawasan wisata pantai mulai dari Pelabuhan Panjang sampai kawasan wisata Pasir Putih.

Lebih istimewa lagi bila Anda berwisata pada akhir tahun sampai awal tahun, sekitar awal November sampai Februari. Pada waktu itu, biasanya buah durian bertebaran di sepanjang jalan, dan dijual dengan harga yang terbilang murah karena memang sedang musimnya. Selain durian yang banyak tersedia pada musim-musim tertentu, buah sirsak, nangka, semangka, dan juga pisang biasanya bisa Anda temui hampir di setiap waktu. Oleh karena itu, sediakan tempat yang cukup luas di bagasi jika Anda berwisata ke Lampung.

Satu hal terpenting yang menjadikan iklim wisata ke Lampung sangat kondusif adalah sikap masyarakat Lampung yang sangat terbuka dan bisa menerima para tamu yang hendak berwisata ke daerahnya. Bahkan, warga Lampung pun gemar berwisata, sehingga daerah-daerah wisata juga dipenuhi warga Lampung dari berbagai Kabupaten. Wajarlah bila selain sebagai tempat wisata, Lampung pun banyak dipilih oleh sejumlah instansi sebagai tempat pertemuan, rapat kerja nasional, atau pelatihan outbond.

Meski demikian, berwisata ke Lampung memang harus dibekali kendaraan roda empat sendiri jika Anda ingin bebas ke sana-ke mari. Sebabnya, angkutan umum seringkali tidak tersedia untuk kita pergi ke sejumlah obyek wisata. Kalaupun ada, sangat merepotkan karena harus beberapa kali turun-naik, serta menunggu kendaraan datang. Kekurangan lainnya adalah kondisi infrastruktur jalan ke banyak obyek wisata masih sebatas aspal tipis dan batu-batu. Bahkan, kondisi Jalan Lintas Sumatera antara Bandar Lampung-Bakauheni pun kini di beberapa tempat penuh dengan gelombang dan lubang, sehingga membahayakan jika kita melaju kencang. Begitu juga informasi mengenai tempat-tempat wisata, tidak tersedia di hotel-hotel sehingga semakin lengkaplah ketidaksiapan pemerintah di Lampung untuk menjual daya tarik wisatanya kepada para pendatang.

Meskipun demikian, di Lampung Anda bisa berwisata dengan tenang karena keamanan mobil dan barang-barang bawaan Anda lumayan terjamin. Tidak banyak dilaporkan adanya kejadian pencurian di lokasi-lokasi wisata, meskipun begitu tidak berarti pencurian tidak pernah terjadi. Nah, tunggu apa lagi. Yuk, berwisata ke Lampung

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.