<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Sriluphluph's Weblog</title>
	<atom:link href="http://sriluphluph.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sriluphluph.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 May 2008 13:19:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='sriluphluph.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Sriluphluph's Weblog</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://sriluphluph.wordpress.com/osd.xml" title="Sriluphluph&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://sriluphluph.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>KESENIAN BANYUWANGI</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-banyuwangi/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-banyuwangi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 13:19:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Gandrung   Deskripsi Gandrung Banyuwangi berasal dari kata Gandrung, yang berarti tergila-gila atau cinta habis-habisan. Tarian ini masih satu generasi dengan tarian seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di Jawa Tengah dan Jawa Timur bagian barat, Lengger di Cilacap dan Banyumas dan Joged Bumbung di Bali, yakni melibatkan seorang wanita penari professional yang menari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=17&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 class="posttitle"><a title="Permanent link to Gandrung" rel="bookmark" href="http://ana.wahanaprogrammer.net/2006/11/04/gandrung/"><span style="color:#c86c00;">Gandrung</span></a></h2>
<p class="postdate"> </p>
<div class="postentry">
<p><img class="imageright" src="http://ana.wahanaprogrammer.net/wp-content/uploads/gandrung.jpg" alt="Penari Gandrung" /></p>
<p><strong>Deskripsi</strong></p>
<p>Gandrung <a href="http://banyuwangi.go.id/" target="_blank"><span style="color:#c86c00;">Banyuwangi</span></a> berasal dari kata Gandrung, yang berarti tergila-gila atau cinta habis-habisan. Tarian ini masih satu generasi dengan tarian seperti Ketuk Tilu di Jawa Barat, Tayub di <a href="http://id.wikipedia.ord/wiki/Jawa_Tengah" target="_blank"><span style="color:#c86c00;">Jawa Tengah</span></a> dan <a href="http://id.wikipedia.ord/wiki/Jawa_Timur" target="_blank"><span style="color:#c86c00;">Jawa Timur</span></a> bagian barat, Lengger di Cilacap dan <a href="http://id.wikipedia.ord/wiki/Banyumas" target="_blank"><span style="color:#c86c00;">Banyumas</span></a> dan Joged Bumbung di <a href="http://id.wikipedia.ord/wiki/Bali" target="_blank"><span style="color:#c86c00;">Bali</span></a>, yakni melibatkan seorang wanita penari professional yang menari bersama-sama tamu (terutama pria) dengan iringan musik atau gamelan.</p>
<p>Tarian ini populer di wilayah Banyuwangi yang terletak di ujung timur Pulau Jawa, dan telah menjadi cirri khas dari wilayah tersebut, hingga tak salah jika Banyuwangi selalu diidentikkan dengan Gandrung, dan anda akan menjumpai patung penari Gandrung di berbagai sudut wilayah Banyuwangi, dan tak ayal lagi Banyuwangi sering dijuluki Kota Gandrung.</p>
<p>Tari Gandrung ini sering dipentaskan pada berbagai acara, seperti perkawinan, pethik laut, khitanan, tujuh belasan dan acara-acara resmi maupun tak resmi lainnya baik di Banyuwangi maupun wilayah lainnya.</p>
<p><strong>Sejarah</strong></p>
<p>Menurut catatan sejarah, gandrung pertama kalinya ditarikan oleh para lelaki yang didandani seperti perempuan dan menurut laporan Scholte (1927) instrumen utama yang mengiringi tarian gandrung lanang ini adalah kendang. Namun demikian, gandrung laki-laki ini lambat laun lenyap dari Banyuwangi sekitar tahun 1890an, yang dimungkinkan karena ajaran Islam melarang segala bentuk travesty atau berdandan seperti perempuan. Namun, tari gandrung laki-laki baru benar-benar lenyap pada tahun 1914, setelah kematian penari terakhirnya, yakni Marsan.</p>
<p>Sedangkan Gandrung wanita pertama yang dikenal dalam sejarah adalah gandrung Semi, seorang anak kecil yang waktu itu masih berusia sepuluh tahun pada tahun 1895. Menurut cerita yang dipercaya, waktu itu Semi menderita penyakit yang cukup parah. Segala cara sudah dilakukan hingga ke dukun, namun Semi tak juga kunjung sembuh. Sehingga ibu Semi (Mak Midhah) bernazar seperti �Kadhung sira waras, sun dhadekaken Seblang, kadhung sing yo sing� (Bila kamu sembuh, saya jadikan kamu Seblang, kalau tidak ya tidak jadi). Ternyata, akhirnya Semi sembuh dan dijadikan Seblang sekaligus memulai babak baru dengan ditarikannya Gandrung oleh wanita.</p>
<p>Tradisi Gandrung yang dilakukan Semi ini kemudian diikuti oleh adik-adik perempuannya dengan menggunakan nama depan Gandrung sebagai nama panggungnya. Kesenian ini kemudian terus berkembang di seantero Banyuwangi dan menjadi ikon khas setempat. Pada mulanya Gandrung hanya boleh ditarikan oleh para keturunan penari gandrung sebelumnya, namun sejak tahun 1970-an mulai banyak gadis-gadis muda yang bukan keturunan gandrung, yang mempelajari tarian ini dan menjadikannya sebagai sumber mata pencaharian disamping mempertahankan eksistensinya yang makin terdesak oleh era globalisasi.</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/17/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/17/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=17&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-banyuwangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ana.wahanaprogrammer.net/wp-content/uploads/gandrung.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Penari Gandrung</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KESENIAN BALI</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-bali/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-bali/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 13:11:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Drama Gong adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal Drama Gong merupakan pencampuran dari unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali). Nama Drama Gong diberikan kepada kesenian ini oleh karena dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=16&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table class="bodytext" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<p align="justify"><em>Drama Gong</em> adalah sebuah bentuk seni pertunjukan Bali yang masih relatif muda usianya yang diciptakan dengan jalan memadukan unsur-unsur drama modern (non tradisional Bali) dengan unsur-unsur kesenian tradisional Bali. Dalam banyak hal <em>Drama Gong</em> merupakan pencampuran dari unsur-unsur teater modern (Barat) dengan teater tradisional (Bali). Nama <em>Drama Gong</em> diberikan kepada kesenian ini oleh karena dalam pementasannya setiap gerak pemain serta peralihan suasana dramatik diiringi oleh gamelan Gong (<a href="http://sriluphluph.wordpress.com/gamelan/ga-gam-gong-kebyar.htm">Gong Kebyar</a>). Drama Gong diciptakan sekitar tahun 1966 oleh <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/tokoh/tokoh-drama-tari.htm">Anak Agung Gede Raka Payadnya</a> dari desa Abianbase (<a href="http://sriluphluph.wordpress.com/map/gianyar.htm">Gianyar</a>). Diakui oleh penciptanya bahwa <em>Drama Gong</em> yang diciptakan dengan memadukan unsur-unsur drama tari tradisional Bali seperti <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/sendratari.htm">Sendratari</a>, <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-arja.htm">Arja</a>, <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-prembon.htm">Prembon</a> dan <em>Sandiwara</em> dimaksudkan sebagai sebuah <em>prembon</em> (seni campuran) modern.</p>
<p align="justify">Unsur-unsur teater modern yang dikawinkan dalam <em>Drama Gong</em> antara lain :</p>
<ul>
<li>tata dekorasi</li>
<li>penggunaan sound efect</li>
<li>akting</li>
<li>tata busana</li>
</ul>
<p align="justify">Karena dominasi dan pengaruh kesenian klasik atau tradisional Bali masih begitu kuat, maka semula <em>Drama Gong</em> disebut &#8220;<a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-drama-klasik.htm">drama klasik</a>&#8220;.</p>
<p align="justify">Adalah <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/tokoh/tokoh-drama-tari.htm">I Gusti Bagus Nyoman Panji</a> yang kemudian memberikan nama baru (Drama Gong) kepada kesenian ini berdasarkan dua unsur baku (drama dan gamelan gong) dari kesenian ini. Patut dicatat bahwa sebelum munculnya <em>Drama Gong</em> di Bali telah ada <em>Drama Janger</em>, sebuah kesenian drama yang menjadi bagian dari pertunjukan tari <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-janger.htm">Janger</a>. Dalam banyak hal, <em>drama Janger</em> sangat mirip dengan <em>Sandiwara</em> atau <em>Stambul</em> yang ada dan populer sekitar tahun 1950.</p>
<p align="justify"><em>Drama Gong</em> adalah sebuah drama yang pada umumnya menampilkan lakon-lakon yang bersumber pada cerita-cerita romantis seperti cerita <em>Panji (Malat)</em>, cerita <em>Sampik Ingtai</em> dan kisah sejenis lainnya termasuk yang berasal dari luar lingkungan budaya Bali. Dalam membawakan lakon ini, para pemain <em>Drama Gong</em> tidak menari melainkan berakting secara realistis dengan dialog-dialog verbal yang berbahasa Bali.</p>
<p align="justify">Para pemeran penting dari <em>Drama Gong</em> adalah:</p>
<ul>
<li>Raja manis</li>
<li>Raja buduh</li>
<li>Putri manis</li>
<li>Putri buduh</li>
<li>Raja tua</li>
<li>Permaisuri</li>
<li>Dayang-dayang</li>
<li>Patih keras</li>
<li>Patih tua</li>
<li>Dua pasang punakawan</li>
</ul>
<p> </td>
</tr>
<tr>
<td>
<div><img src="http://sriluphluph.wordpress.com/image/seni/drama/dt-drama-gong.jpg" alt="" width="271" height="370" /></div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p align="justify">Para pemain mengenakan busana tradisional Bali, sesuai dengan tingkat status sosial dari peran yang dibawakan dan setiap gerak pemain, begitu pula perubahan suasana dramatik dalam lakon diiringi dengan perubahan irama gamelan <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/gamelan/ga-gam-gong-kebyar.htm">Gong Kebyar</a>. Masyarakat Bali mementaskan <em>Drama Gong</em> untuk keperluan yang kaitannya dengan upacara adat dan agama maupun kepentingan kegiatan sosial. Walaupun demikian, <em>Drama Gong</em> termasuk kesenian sekuler yang dapat dipentaskan di mana dan kapan saja sesuai dengan keperluan. Kesenian <em>Drama Gong</em> inilah yang memulai tradisi pertunjukan &#8220;berkarcis&#8221; di Bali karena sebelumnya pertunjukan kesenian bagi masyarakat setempat tidak pernah berbentuk komersial. <em>Drama Gong</em> mulai berkembang di Bali sekitar tahun 1967 dan puncak kejayaannya adalah tahun1970. Pada masa itu kesenian tradisional Bali seperti <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-arja.htm">Arja</a>, <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-topeng.htm">Topeng</a> dan lain-lainnya ditinggalkan oleh penontonnya yang mulai kegandrungan <em>Drama Gong</em>. Panggung-panggung besar yang tadinya menjadi langganan <a href="http://sriluphluph.wordpress.com/wp-admin/dt-arja.htm">Arja</a> tiba-tiba diambil alih oleh <em>Drama Gong</em>. Namun semenjak pertengahan tahun 1980 kesenian ini mulai menurun popularitasnya, sekarang ini ada sekitar 6 buah sekaa <em>Drama Gong</em> yang masih aktif.</p>
<p align="justify">Sekaa &#8211; sekaa <em>Drama Gong</em> yang dimaksud antara lain adalah :</p>
<ul>
<li>Drama Gong Bintang Bali Timur</li>
<li>Drama Gong Duta Budaya Bali</li>
<li>Drama Gong Dewan Kesenian</li>
<li>Drama Gong Dwipa Sancaya</li>
<li>dan lain-lain</li>
</ul>
<p>Terakhir muncul <em>Drama Gong Reformasi</em> yang didukung oleh para bintang <em>Drama Gong</em> dari berbagai daerah di Bali.</p>
<p><!-- #EndTemplate --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/16/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/16/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/16/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/16/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=16&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-bali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://sriluphluph.wordpress.com/image/seni/drama/dt-drama-gong.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>KESENIAN BETAWI</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-betawi/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-betawi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 13:07:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesenian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Jalan-jalan ke Kampung Betawi       Jalan-jalan di dalam Jakarta? Situ pula yang dilihat mana ada asiknya? Itulah pikiran yang menghampiri kita selama ini, termasuk halohalo.co.id. Tapi sejumlah kawan bilang, &#8220;Situ Babakan di Jagakarsa menyodorkan suasana beda. Dijamin!&#8221; Dari sanalah akhirnya petualangan dimula. Segeralah halohalo.co.id meluncur ke Situ Babakan yang terletak di Jagakarsa, Lenteng [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=15&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr valign="top">
<td><span class="judul"><strong>Jalan-jalan ke Kampung Betawi</strong></span></td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p> </p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%" align="center">
<tbody>
<tr>
<td valign="top"><img src="http://halohalo.co.id/gambar/situ-babakan-ondel%20ondel%20betawi.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="250" height="190" align="left" />Jalan-jalan di dalam Jakarta? Situ pula yang dilihat mana ada asiknya? Itulah pikiran yang menghampiri kita selama ini, termasuk halohalo.co.id. Tapi sejumlah kawan bilang, &#8220;Situ Babakan di Jagakarsa menyodorkan suasana beda. Dijamin!&#8221;</p>
<p>Dari sanalah akhirnya petualangan dimula. Segeralah halohalo.co.id meluncur ke Situ Babakan yang terletak di Jagakarsa, Lenteng Agung. Dari arah Jakarta menuju Depok. Lokasinya ada di antara Kelurahan Jagakarsa dan Kelurahan Srengseng Sawah.</p>
<p>Awalnya kami cuma disambut sebuah situ atau danau yang cukup luas. &#8220;Hmm&#8230;<em>not bad<em>,&#8221; </em></em>pikir saya<em><em>. &#8220;</em></em>Cukuplah untuk melemparkan stres ke sana.&#8221; <em><em></p>
<p></em></em>Semakin masuk ke dalam, semakin mempesonalah kampung Betawi ini. Rumah-rumah tempo dulu ala sinetron &#8220;Si Doel Anak Sekolahan&#8221; berderet di sana. Pepohonan semakin menghadirkan suasana Betawi. Aroma kerak telor yang meruap dari jajaran pedagang kaki lima menambah kental aroma Betawi kampung itu. <em><em></p>
<p></em></em>Rasanya tak tahan deh untuk melepas stres dengan duduk duduk di tepi danau sambil menikmati suguhan bir pletok (bukan bir yang diharamkan). Ini adalah minuman khas Betawi. Konon, minuman ini sudah lahir sejak jaman Belanda. Karena jaman dulu belum ada gelas beling, maka minuman ini dituangkannya ke gelas bambu dan menimbulkan bunyi khas &#8220;pletok&#8221;, begitu kira-kira. <em><em></p>
<p></em></em>Untuk teman bir pletok kami memesan sepiring kerak telor sembari melempar pancing. &#8220;Siapa tahu dapat ikan buat oleh-oleh,&#8221; pikir saya lagi.</p>
<p>Hari itu cerah sekali. Aroma tanah yang baru diguyur hujan pelan-pelan mengusir penat saya. Yang membuat kami terpesona, adalah daerah ini adalah surga untuk membuat foto. <em><em></p>
<p><img src="http://halohalo.co.id/gambar/Situ%20Babakan%201.jpg" border="0" alt="" hspace="5" vspace="5" width="250" height="115" align="left" /></em></em>Sebenarnya danau di kampung ini sudah ada sejak lama, namun baru tahun 1970-an dijadikan obyek rekreasi bagi penduduk setempat yang memang asli Betawi. Karena penduduknya asli Betawi itulah, maka kampung Babakan seluas 100 hektare itu oleh Pemda DKI dijadikan kampung wisata untuk melestarikan budaya Betawi.</p>
<p>Danau yang luasnya sekitar 65 hektare itu bersama kampung Babakan resmi dijadikan tempat tujuan wisata oleh Pemda DKI sejak enam tahun silam. Persis di tepi danau berdiri tiga bangunan rumah khas Betawi. Rumah yang didominasi kayu ini salah satunya untuk kantor pengelola kampung wisata ini.</p>
<p>Suasana yang tenang&#8230; membuat kami kerasan berlama-lama menikmati kilauan air danau. Setiap hari Sabtu dan Minggu di kampung ini juga ada hiburan khas kampung, yakni kelompok kesenian tradisional Betawi menggelar acaranya di panggung terbuka.</p>
<p>Ah, Jakarta ternyata tak cuma macet, asap kendaraan, dan makian supir metromini. Situ Babakan adalah warna lain dari Jakarta. Sejuk, tenang dan melenakan. Apalagi bila ditambah jus belimbing yang dipetik dari pohon-pohon di kampung ini. Benar-benar bikin kangen.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=15&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kesenian-betawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://halohalo.co.id/gambar/situ-babakan-ondel%20ondel%20betawi.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://halohalo.co.id/gambar/Situ%20Babakan%201.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>hi, guy&#8217;s &#8230;&#8230;..</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/hi-guys/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/hi-guys/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:30:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[about m3]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[SELAMAT DATANG DI my BLOG Di blog ini gw ngebahas tentang apa ja yang da di bumi pertiwi kita ini !!!! Espcially, in BIDANG PARIWISATA di BLOG ini setidaknya lo bsa taw dmn ja tmpat&#8221; yang INDAH, DAn ASRI tentunya&#8230;&#8230; memang masih begitu banyak kelurangan disana sini, tp NAMANYA JUGA masih BELAJAR, HEHEHEHEH maka dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=13&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>SELAMAT DATANG DI my BLOG</p>
<p>Di blog ini gw ngebahas tentang apa ja yang da di bumi pertiwi kita ini !!!!</p>
<p>Espcially, in BIDANG PARIWISATA</p>
<p>di BLOG ini setidaknya lo bsa taw dmn ja tmpat&#8221; yang INDAH, DAn ASRI tentunya&#8230;&#8230;</p>
<p>memang masih begitu banyak kelurangan disana sini, tp NAMANYA JUGA masih BELAJAR, HEHEHEHEH</p>
<p>maka dari itu kritik &amp; saran dapat di layangkan via TLP, surat, fax, ataw dengan &#8220;MERPATI&#8221; kaya zaman dulu</p>
<p>just a jokes friend</p>
<p> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=13&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/hi-guys/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELABUHAN RATU</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pelabuhan-ratu/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pelabuhan-ratu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lautan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Pelabuhan Ratu Pelabuhan Ratu – Ombak tak pernah sama di mata orang. Gelombang laut yang menghasilkan suara gemuruh itu selalu membuat kesan tersendiri. Ada yang kagum, ada pula yang penasaran. Orang yang takut pun juga ada. Biasanya, ketakutan mereka dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistik. Pastinya, hampir setiap orang terkesan ketika berjumpa dengan pantai yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=12&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title"><a href="http://jampank.blogspot.com/2007/09/pelabuhan-ratu_20.html"><span style="color:#010404;">Pelabuhan Ratu</span></a></h3>
<div class="post-body">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHfDRWd9JI/AAAAAAAAATA/iX1DEfIDFyg/s1600-h/samudra_hotel1.jpg"><img style="float:left;width:240px;cursor:pointer;height:140px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp1.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHfDRWd9JI/AAAAAAAAATA/iX1DEfIDFyg/s200/samudra_hotel1.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div style="text-align:justify;">Pelabuhan Ratu – Ombak tak pernah sama di mata orang.<br />
Gelombang laut yang menghasilkan suara gemuruh itu selalu membuat kesan tersendiri. Ada yang kagum, ada pula yang penasaran. Orang yang takut pun juga ada. Biasanya, ketakutan mereka dikaitkan dengan sesuatu yang berbau mistik. Pastinya, hampir setiap orang terkesan ketika berjumpa dengan pantai yang berombak. Makin pas tersaji bersama keindahan panorama sekitar.</div>
<p><span class="fullpost"><br />
<a href="http://bp2.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHf9hWd9KI/AAAAAAAAATI/mlvGtp36y7A/s1600-h/pantai.jpg"><img style="float:left;width:240px;cursor:pointer;height:140px;margin:0 10px 10px 0;" src="http://bp2.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHf9hWd9KI/AAAAAAAAATI/mlvGtp36y7A/s200/pantai.jpg" border="0" alt="" /></a></span></div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=12&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pelabuhan-ratu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHfDRWd9JI/AAAAAAAAATA/iX1DEfIDFyg/s200/samudra_hotel1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_-futCuL0JUk/RvHf9hWd9KI/AAAAAAAAATI/mlvGtp36y7A/s200/pantai.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 12:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lautan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi Published by coe_m3 &#124; Filed under Badung Pantai Kuta adalah pantai yang wajib dikunjungi jika Anda pergi ke Bali. Kuta memang merupakan sentral pariwisatanya Bali. Selain pantainya yang tenang dengan pasir putihnya, di Kuta juga merupakan pusat hiburan di Bali. Selain sebagai pusat hiburan, pantai Kuta juga merupakan pantai surganya para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=10&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><a title="Permanent Link to Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi" rel="bookmark" href="http://www.wisatabali.net/tempat-wisata/badung/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi.htm"><span style="color:#000000;">Kuta, Pantai yang Wajib Dikunjungi</span></a></h1>
<h2>Published by coe_m3 | Filed under <a title="View all posts in Badung" rel="category tag" href="http://www.wisatabali.net/category/tempat-wisata/badung"><span style="color:#000000;">Badung</span></a></h2>
<p><img class="alignleft" style="float:left;" src="http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/00/1a/78/cd/sunset-at-kuta.jpg" alt="kuta" width="369" height="276" />Pantai Kuta adalah pantai yang wajib dikunjungi jika Anda pergi ke Bali. Kuta memang merupakan sentral pariwisatanya Bali. Selain pantainya yang tenang dengan pasir putihnya, di Kuta juga merupakan pusat hiburan di Bali. Selain sebagai pusat hiburan, pantai Kuta juga merupakan pantai surganya para surfer. Dengan ombak yang untuk menantang nyali para surfer baik surfer pemula maupun yang sudah pro.</p>
<p style="text-align:justify;">Yang terkenal di pantai Kuta adalah sunset. Karena memang letaknya bertepatan dengan terbenamnya matahari.</p>
<p style="text-align:justify;">Apa saja yang bisa anda nikmati di seputar pantai Kuta?</p>
<ol style="text-align:justify;" type="1">
<li><strong>Berjemur.</strong> Bagi anda yang doyan berjemur di pantai, Kuta adalah tempat yang paling nyaman untuk itu. Meski pengunjungnya cukup ramai, tapi angin yang brehembus langsung dari Samudera Pasifik dikombinasikan dengan hangatnya matahari di sela suara ombak, memberi nuansa suasana tropis yang sangat enak dinikmati. Bisa juga Anda berjemur sambil dipijat oleh para pemijat yang banyak menawarkan jasanya disana.</li>
<li><strong>Temporary Tatoo</strong>. Suka menghias tubuh Anda? Disini pusatnya temporary tato. Berbagai pilihan motif bisa anda lukis di tubuh Anda. Dijamin aman dari AIDS dan bisa bertaham sampai beberapa minggu.</li>
<li><strong>Surfing.</strong> Suka tantangan dan suka berbasah-basah dengan air laut? Cobalah Anda melakukan surfing. Jika Anda belum mahir surfing, banyak surfer-surfer yang menawarkan kuliah singkat buat surfer pemula.</li>
<li><strong>Berenang di pantai</strong>. Ombaknya lumayan besar. Perhatikan tanda-tanda dimana Anda tidak boleh berenang. Meski ada petugas Balawista, sebaiknya anda tetap memperhatikan peringatan dan tanda-tanda yang dipasang dimana anda boleh dan dilarang berenang.</li>
<li><strong>Clubbing dan hiburan malam lainnya</strong>. Jika anda suka hiburan malam, di Bali Kuta lah pusatnya. Anda bisa coba beberapa tempat yang sudah ternama seperti Double Six, Kamasutra, Kudeta, Living Room, Hard Rock dan puluhan tempat lainnya.</li>
<li><strong>Water sport</strong>, seperti parasailing dan paragliding.</li>
<li><strong>Shopping, </strong>Kuta adalah pusatnya artshop. Sepanjang jalan Anda akan temukan berbagai art shop yang menawarkan aneka ragam souvenir, pakaian dan berbagai barang lainnya.</li>
<li><strong>Menikmati Sunset. </strong></li>
<li><strong>Wisata Kuliner, </strong>berbagai jenis restoran dengan harga yang terjangkau sampai harga bintang lima bisa anda temukan disini</li>
<li><strong>Dan masih banyak lagi. </strong></li>
</ol>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=10&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/kuta-pantai-yang-wajib-dikunjungi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://media-cdn.tripadvisor.com/media/photo-s/00/1a/78/cd/sunset-at-kuta.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kuta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PANTAI LAMPUNG</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pantai-lampung/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pantai-lampung/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 11:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lautan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Wisata Alam Lampung January 12, 2007 SETELAH kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta Pantai Anyer di pesisir barat Provinsi Banten, kini Kota Bandar Lampung menjadi obyek wisata pilihan bagi banyak warga Jakarta. Setiap akhir pekan, ratusan mobil bernomor polisi Jakarta menyeberangi Selat Sunda menuju Bandar Lampung. Kamar-kamar hotel di kota [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=9&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="posttitle">
<h2>Wisata Alam Lampung</h2>
<p class="post-info">January 12, 2007</p>
</div>
<div class="entry">
<div class="snap_preview">
<p><a title="pantaibadarlampung.jpg" href="http://wargalampung.files.wordpress.com/2007/09/pantaibadarlampung.jpg"><img src="http://wargalampung.files.wordpress.com/2007/09/pantaibadarlampung.thumbnail.jpg?w=450" alt="pantaibadarlampung.jpg" align="left" /></a>SETELAH kawasan Puncak di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, serta Pantai Anyer di pesisir barat Provinsi Banten, kini Kota Bandar Lampung menjadi obyek wisata pilihan bagi banyak warga Jakarta. Setiap akhir pekan, ratusan mobil bernomor polisi Jakarta menyeberangi Selat Sunda menuju Bandar Lampung. Kamar-kamar hotel di kota itu pun setiap Sabtu-Minggu tidak tersisa lagi, bahkan harus dipesan minimal dua minggu sebelumnya. Bandar Lampung kotanya enak, di atas bukit dengan panorama laut. Kota ini pun tidak terlalu ramai. Dari Jakarta ke Tanjung Karang, banyak hal bisa dinikmati. Salah satunya adalah bersantai di atas kapal feri. Pantainya juga lumayan bagus dan bersih,” ungkap Hasan Said (38), salah seorang warga Jatinegara, Jakarta, ketika ditemui Kompas berakhir pekan di Bandar Lampung, belum lama ini.</p>
<p>Kompas/Rakaryan S<br />
Hasan menambahkan, hampir setiap bulan dia datang untuk rekreasi ke Lampung. Bagi dia, kawasan Puncak dan Bandung sudah kurang menarik lagi karena sudah terlalu padat sehingga tidak nyaman untuk dipakai rekreasi. Sedangkan Anyer, dinilai hanya memiliki pantai sehingga kurang variatif.</p>
<p>“Di Lampung ini kalau ingin ke pantai, ya, kita bisa ke sana dengan biaya murah. Pantainya juga bermacam-macam, ada yang bisa untuk berenang, ada yang penuh tebing karang. Kalau mau yang unik dan nuansanya lain, ya, ke Way Kambas sana,” ungkap Ny Nurhasanah (40), warga Grogol, Jakarta, yang juga memilih Lampung sebagai tempat berwisata.</p>
<p>Orang-orang yang berpikir seperti Hasan dan Ny Nurhasanah jumlahnya tidak sedikit. Mereka itulah yang setiap akhir pekan memenuhi hotel-hotel di Bandar Lampung, yang menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Lampung, Almatsir Pagaralam, jumlahnya 25 buah, terdiri dari tujuh hotel berbintang dengan total kamar 650 buah, dan 18 hotel melati dengan jumlah kamar 900 buah.</p>
<p>***</p>
<p>BANDAR Lampung memang tidak terlalu jauh dari Jakarta. Jika kita berangkat dari Jakarta pukul 07.00, pukul 14.00 sudah bisa sampai di Bandar Lampung. Bandingkan dengan perjalanan dari Jakarta ke Bandung pada saat akhir pekan, yang bisa menghabiskan waktu yang sama tetapi harus ditempuh dengan penuh perjuangan dan melelahkan karena teramat padatnya arus lalu lintas di beberapa ruas jalan.</p>
<p>Perjalanan ke Lampung tidak terasa melelahkan karena jalan-jalan raya yang harus dilalui tidak macet, dan bisa beristirahat sekitar dua setengah sampai tiga jam saat akan memasuki kapal feri, selama dalam pelayaran, sampai turun dari kapal. Setidaknya bagi mereka yang sudah bosan menikmati pelayaran, selama di kapal feri adalah waktu yang enak untuk dipakai beristirahat. Dengan demikian, Anda bisa langsung melakukan berbagai aktivitas begitu sampai di Bandar Lampung.</p>
<p>Sebagai ibu kota provinsi, Bandar Lampung pun adalah kota yang cukup lengkap. Berbagai jenis makanan tersedia di kota ini, bahkan makan lesehan ala Malioboro di Yogyakarta pun tersedia di sepanjang Jalan Kartini. Menunya, mulai dari ayam bakar, lele goreng sampai berbagai jenis seafood. Kalau Anda tiba-tiba kangen soto kudus, batagor atau mi tek-tek, di Bandar Lampung pun tersedia. Apalagi jenis-jenis makanan siap saji, baik waralaba dari luar negeri ataupun rumah makan Padang.</p>
<p>Hotel-hotel di Lampung pun tersedia mulai dari bintang tiga sampai kelas melati. Tarifnya mulai dari Rp 60.000 sampai satu Rp 1 juta per malam. Bahkan, di beberapa hotel, tersedia pula fasilitas hiburan seperti karaoke, restoran, dan musik hidup, atau meja biliar. Di luar hotel, di sekitar kawasan pantai atau daerah Teluk Betung, tempat hiburan seperti diskotek, restoran di pinggir pantai, juga tersedia. Tinggal pilih mana yang menjadi kesukaan Anda.</p>
<p>Namun, jika ditanyakan kepada para “tamu” dari Jakarta yang datang bersama keluarga ke Lampung, tempat favorit mereka pastilah kawasan Pantai Lampung yang airnya jernih, berpasir putih, namun juga harus lebih hati-hati karena di sana-sini juga terdapat karang. “Dibanding Ancol, pantai di sini jelas lebih bagus. Airnya masih bersih betul, mau mandi pun enak,” ungkap Ny Rini, salah seorang pelancong asal Jakarta yang tengah berekreasi di kawasan wisata Pasir Putih, sekitar 16 km dari pusat Kota Bandar Lampung.</p>
<p>Selain pantainya yang bersih, indah, dan murah, Way Kambas adalah tempat pilihan lainnya untuk mereka yang datang ke Lampung bersama keluarga. “Saya sudah lebih dari lima kali ke sini, tapi tidak pernah bosan. Anak-anak juga suka sekali naik gajah…,” papar Wahyu (33), wisatawan asal Tangerang.</p>
<p>Meski dibutuhkan waktu tak kurang dari tiga jam untuk sampai Way Kambas, para wisatawan menikmati perjalanan itu karena pemandangan areal persawahan dan kebun sepanjang perjalanan, menyejukkan mata. Di Way Kambas kita bisa menghabiskan waktu sepuas-puasnya. Bahkan, jika Anda<br />
ingin masuk lebih dalam ke kawasan hutan Way Kambas, tur masuk hutan dengan menunggang gajah pun tersedia asalkan ada uang yang cukup untuk membiayainya.</p>
<p>***</p>
<p>SALAH satu daya tarik lain berwisata ke Lampung pastilah oleh-oleh yang bisa kita bawa dari Lampung. Berwisata ke suatu tempat, memang terasa kurang lengkap kalau tidak membawa oleh-oleh untuk dibawa pulang.</p>
<p>Dalam soal ini, Lampung menyediakan berbagai macam oleh-oleh untuk bisa Anda bawa. Jika Anda penggemar hiasan tradisional, atau penggemar kain tradisional, karya-karya hiasan dinding dan kain lengkap tapis sangat patut dijadikan oleh-oleh. Jikalau dana Anda sedang pas-pasan, keripik pisang Lampung atau kerupuk kemplang tentu pantas pula untuk Anda hadiahkan kepada rekan-rekan Anda.</p>
<p>Tidak sedikit juga wisatawan ke Lampung pulang dengan membawa berbagai hiasan dari kulit kerang atau karang laut. Kerajinan kerang dan karang laut itu memang bisa dijumpai dengan mudah di selatan Kota Bandar Lampung, di sepanjang kawasan wisata pantai mulai dari Pelabuhan Panjang sampai kawasan wisata Pasir Putih.</p>
<p>Lebih istimewa lagi bila Anda berwisata pada akhir tahun sampai awal tahun, sekitar awal November sampai Februari. Pada waktu itu, biasanya buah durian bertebaran di sepanjang jalan, dan dijual dengan harga yang terbilang murah karena memang sedang musimnya. Selain durian yang banyak tersedia pada musim-musim tertentu, buah sirsak, nangka, semangka, dan juga pisang biasanya bisa Anda temui hampir di setiap waktu. Oleh karena itu, sediakan tempat yang cukup luas di bagasi jika Anda berwisata ke Lampung.</p>
<p>Satu hal terpenting yang menjadikan iklim wisata ke Lampung sangat kondusif adalah sikap masyarakat Lampung yang sangat terbuka dan bisa menerima para tamu yang hendak berwisata ke daerahnya. Bahkan, warga Lampung pun gemar berwisata, sehingga daerah-daerah wisata juga dipenuhi warga Lampung dari berbagai Kabupaten. Wajarlah bila selain sebagai tempat wisata, Lampung pun banyak dipilih oleh sejumlah instansi sebagai tempat pertemuan, rapat kerja nasional, atau pelatihan outbond.</p>
<p>Meski demikian, berwisata ke Lampung memang harus dibekali kendaraan roda empat sendiri jika Anda ingin bebas ke sana-ke mari. Sebabnya, angkutan umum seringkali tidak tersedia untuk kita pergi ke sejumlah obyek wisata. Kalaupun ada, sangat merepotkan karena harus beberapa kali turun-naik, serta menunggu kendaraan datang. Kekurangan lainnya adalah kondisi infrastruktur jalan ke banyak obyek wisata masih sebatas aspal tipis dan batu-batu. Bahkan, kondisi Jalan Lintas Sumatera antara Bandar Lampung-Bakauheni pun kini di beberapa tempat penuh dengan gelombang dan lubang, sehingga membahayakan jika kita melaju kencang. Begitu juga informasi mengenai tempat-tempat wisata, tidak tersedia di hotel-hotel sehingga semakin lengkaplah ketidaksiapan pemerintah di Lampung untuk menjual daya tarik wisatanya kepada para pendatang.</p>
<p>Meskipun demikian, di Lampung Anda bisa berwisata dengan tenang karena keamanan mobil dan barang-barang bawaan Anda lumayan terjamin. Tidak banyak dilaporkan adanya kejadian pencurian di lokasi-lokasi wisata, meskipun begitu tidak berarti pencurian tidak pernah terjadi. Nah, tunggu apa lagi. Yuk, berwisata ke Lampung</p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=9&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/pantai-lampung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://wargalampung.files.wordpress.com/2007/09/pantaibadarlampung.thumbnail.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">pantaibadarlampung.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/8/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/8/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 11:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lautan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/8/</guid>
		<description><![CDATA[Posts filed under &#8216;Kehidupan di balik “tandusnya? pantai berpasir&#8217; Kehidupan di balik “tandusnya? pantai berpasir Nuansa alam laut yang khas dengan udara sejuk yang selalu menyapa, Keindahan pohon-pohon pantai yang terus melambai anggun dan panorama yang unik, mempesona dan melenakan mata, selalu melekat pada sebagian besar kawasan pantai berpasir di Indonesia.  Sebagai kawasan yang di kenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=8&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2>Posts filed under &#8216;Kehidupan di balik “tandusnya? pantai berpasir&#8217;</h2>
<div class="entry">
<h3><a href="http://maruf.wordpress.com/2005/10/13/kehidupan-di-balik-%e2%80%9ctandusnya%e2%80%9d-pantai-berpasir/"><span style="color:#009193;">Kehidupan di balik “tandusnya? pantai berpasir</span></a></h3>
<div class="snap_preview">
<p align="center"><span style="color:#009193;"><img src="http://students.ukdw.ac.id/~11003253/WHITESND.jpg" alt="" width="426" height="202" /></span></p>
<p><strong>N</strong>uansa alam laut yang khas dengan udara sejuk yang selalu menyapa, Keindahan pohon-pohon pantai yang terus melambai anggun dan panorama yang unik, mempesona dan melenakan mata, selalu melekat pada sebagian besar kawasan pantai berpasir di Indonesia.  Sebagai kawasan yang di kenal dengan daerah tropis, Indonesia memiliki sangat banyak potensi keindahan alam pantai yang menakjubkan.  Keindahan tersebut merupakan paduan dari hamparan biru laut dan batas pulau yang memanjang yang di kenal dengan kawasan pesisir pantai.  Sangat sering kita melihat hamparan pasir, batuan dan daerah pasang surut yang memberi kesan keindahan tersendiri.  Keelokan yang terjaga dan kemurnian tempat yang terlidung. <br />
Manusia tidak membiarkan alam pantai begitu saja, sebagai karunia Tuhan yang tidak ternilai, kawasan pantai banyak di jadikan sarana untuk melepas lelah, membuang stress, bermain, berlibur dan banyak aktivitas lain yang menjadikan daerah pantai sebagai obyek wisata yang terus berkembang.<br />
Beberapa di antaranya adalah Pulau Dewata dengan pasirnya yang luas dan indah, Pulau Lombok dengan ketengan pantai pasir putihnya, Teluk Sunda (Tanjung Lesung) yang bersih, indah dan putih, Pantai Parang Tritis yang khas dengan pasir buram dan gelap namun cantik, elok dan khas di Yokyakarta, serta beberapa kawasan lainnya yang tersebar di seluruh Indonesia.  Setiap lokasi memiliki kekhasan dan keunikan tersendiri. Dan di situlah kunci dari setiap keindahan yang tercipta dari kawasan ini. <br />
 Garis pantai yang memanjang dengan batas laut yang apik memberikan gambaran tersendiri. Genangan air laut terhadap daratan pesisir yang terus berubah dengan dinamika yang cukup tinggi, memungkinkan pemilahan zona bagi kawasan ini yang banyak di pengaruhi oleh pola pergerakan pasang surut. Pasang surut merupakan fenomena pantai landai yang di pengaruhi oleh gaya gravitasi bulan sebagai benda langit terdekat dengan bumi.  Hingga ketinggian laut sebagai medium cair bumi pada garis pantai terlihat mencolok oleh gaya tarik tersebut.  Sebagai kawasan yang dinamis, kawasan berpasir tidak hanya indah namun unik karena pola pembatasan yang terpilah tersendiri.</p>
<p>Pemilahan Zona Pantai<br />
<img src="http://www.pugetsound.org/pix/shorewatch/nearshore_zones_chart.jpg" alt="" width="285" height="191" /></p>
<p>sumber foto :  http://www.pugetsound.org/pix/shorewatch</p>
<p>Secara umum kita dapat membagi kawasan pantai berpasir sebagai kawasan pasang surut karena sangat dipengaruhi oleh pola naik dan surutnya air laut kedalam tiga zona yang merupakan pemilahan dari pola pergerakan pasang surut dan hempasan riak gelombang yang dinamis tersebut.  Zona pertama merupakan daerah diatas pasang tertinggi dari garis laut yang hanya mendapatkan siraman air laut dari hempasan riak gelombang dan ombak yang menerpa daerah tersebut (supratidal), Zona kedua merupakan batas antara surut terendah dan pasang tertinggi dari garis permukaan laut (intertidal) dan zona ketiga adalah batas bawah dari surut terendah garis permukaan laut (subtidal). <br />
Jika anda berjalan pada kawasan pantai yang sesekali dibasahi oleh hempasan riak kecil gelombang, dan pada batas tumbuhnya beberapa tanaman khas pantai seperti pohon kelapa, dan pohon lainnya, kawasan inilah yang di kenal dengan zona supratidal.  Kawasan ini hanya sesekali mendapat percikan air pada pasang-pasang tertinggi dan sering terjadi proses pengeringan dengan kontak langsung oleh sinar matahari serta udara pantai, termasuk pengaruh daratan yang lebih dominan terutama oleh aktifitas manusia.  Pada kawasan yang lebih rendah yang terus dibasahi oleh air laut saat pasang adalah zona intertidal yang lebih “nyaman��? bagi beberapa hewan kecil yang bergerak lincah.  Kawasan ini sesekali terendam oleh air saat pasang dan sesekali terjemur oleh teriknya matahari saat surut.<br />
Pada kawasan supratidal dan intertidal, banyak di dominasi oleh hewan-hewan yang bergerak cepat untuk mencari makan seperti beberapa jenis kepiting dan atau mengubur diri kedalam pasir seperti beberapa jenis kerang-kerangan (bivalve) dan cacing pantai (Annelida). Khusus pada zona intertidal, hewan-hewan yang membanamkan diri pada pasir (infauna) lebih banyak di jumpai di bandingkan dengan daerah subtidal yang di dominasi oleh hewan-hewan kecil yang hidup di atas permukaan pasir (epifauna).</p>
<p>Hewan-hewan kecil pantai</p>
<p align="left"><img src="http://moray.ml.duke.edu/projects/Magnus/images/pics/crab.jpg" alt="" width="303" height="180" /></p>
<p>sumber foto :http://moray.ml.duke.edu/</p>
<p>Dibalik keindahan kawasan pantai berpasir yang terlukis oleh kuas alam, tidak jarang dari kita menganggapnya sebagai kawasan “tandus��? yang hanya berisikan pasir atau benda mati lainnya. Kita mungkin tidak pernah menyangka kalau kawasan dinamis yang terus di terjang riak gelombang laut tersebut sebenarnya merupakan “rumah��? bagi berjuta hewan kecil dan alga laut yang khas.  Hewan-hewan tersebut hidup dengan pola unik yang harus menyesuaikan diri dengan dinamika pantai yang terus bergolak. <br />
Sebagian besar dari hewan-hewan ini adalah hewan yang bergerak aktif atau membenamkan diri dalam pasir (infauna) dan atau melekat pada beberapa substrat padat seperti batuan yang terdapat di sepanjang daerah tersebut.<br />
Kita jarang melihat adanya organisma pada kawasan supratidal atau intertidal saat berjalan santai diatasnya, karena hewan-hewan kecil pada kawasan ini sangat aktif dan mempunyai semacam alat pendeteksi untuk memastikan mereka aman dari gangguan hewan lain termasuk manusia. Saat mereka merasa terganggu, dengan sangat cepat mereka bergerak membenamkan diri kedalam pasir dan atau mencari kawasan yang lebih aman dari jangkauan.  Pada beberapa kawasan yang jauh dari kegiatan manusia, kita dapat menemukan begitu ramainya kehidupan pantai berpasir dari kegiatan “pencarian makanan��? dan “bermain��? di sela-sela hempasan riak gelombang oleh kepiting-kepiting kecil termasuk hermit crab, cacing-cacing pantai, kerang-kerangan kecil.  Pada daerah yang sarat dengan kegiatan manusia (pantai wisata) kita mungkin masih dapat menyaksikan keunikan kehidupan tersebut saat malam hari.<br />
Kita sering melihat sepintas kecerdikan kepiting kecil yang hidup di tepi pantai sambil sesekali berlari mencari makan dan bersembunyi kedalam lubang yang merupakan “rumah kecil��? ketika merasa terusik, atau secara tidak sengaja, saat menyandarkan telapak tangan kita keatas pasir yang sesekali terendam, kita sering merasakan gigitan-gigitan kecil dari cacing-cacing pantai yang bersembunyi di sela-sela pasir dan bahkan kita sering memungut kerang-kerangan kecil yang masih hidup terkubur di tepi pantai berpasir. <br />
Keseluruhan hewan-hewan tadi adalah penguhi tetap kawasan pantai berpasir yang saling terkait kedalam suatu ekosistem pesisir yang unik dan khas.  Semua saling terkait walau masing-masing tinggal dan mencari makan pada zona yang berbeda. Keterkaitan yang khas ada pada pola pemanfaatan ruang dan makanan.  Namun sayangnya, di beberapa kawasan pantai Indonesia, hampir kita tidak lagi dapat menemukan pola keseimbangan yang terjadi antara ketiga zona tersebut, karena umumnya seluruh daerah subtidal yang dekat dengan kegiatan manusia telah rusak dan hewan-hewan yang hidup di sana tersingkir kedaerah-daerah yang lebih jauh dan aman. Hingga sering kita menemukan banyak cangkang organisma laut di sepanjang garis pantai yang kita lalui dan itu merupakan rumah kecil dari beberapa hewan yang mendominasi kawasan subtidal.<br />
Semoga di beberapa kawasan pesisir yang masih tersisa dan terjaga keasliannya, dapat kita pertahankan sehingga kawasan tersebut tidak hanya indah terlihat oleh mata kita, namun juga terjaga bagi “rumah��? jutaan hewan kecil yang cantik dan menggemaskan (©coe_m3).</p>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/8/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/8/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/8/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/8/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=8&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/8/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://students.ukdw.ac.id/~11003253/WHITESND.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.pugetsound.org/pix/shorewatch/nearshore_zones_chart.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://moray.ml.duke.edu/projects/Magnus/images/pics/crab.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>LAUTAN</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/lautan/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/lautan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 11:45:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lautan]]></category>
		<category><![CDATA[Add new tag]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Potensi Laut Indonesia 21 Sep Ingin berkecimpung di bisnis kelautan, sesuatu yang sangat menggiurkan sekaligus menantang! Menagapa demikian? karena potensi yang dikandung lautan Indonesia sangat melimpah-ruah, sebab dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah laut, sangat luas bukan!. Bisnis yang bisa dirambah mulai dari jalur transportasi, ekspor impor, minyak, perikanan, pariwisata, sampai budidaya segala macam potensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=7&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="PostHead">
<h1>Potensi Laut Indonesia</h1>
<p class="PostDate">21 Sep </p>
</div>
<div class="PostContent">
<p><img src="http://www.swellmagnet.com/surfing_travel/ment_images/stevebarrelmaccas.jpg" border="0" alt="laut indonesia" hspace="5" vspace="5" width="204" height="130" align="left" />Ingin berkecimpung di bisnis kelautan, sesuatu yang sangat menggiurkan sekaligus menantang! Menagapa demikian? karena potensi yang dikandung lautan Indonesia sangat melimpah-ruah, sebab dua pertiga luas wilayah Indonesia adalah laut, sangat luas bukan!. Bisnis yang bisa dirambah mulai dari jalur transportasi, ekspor impor, minyak, perikanan, pariwisata, sampai budidaya segala macam potensi laut.</p>
<p>Jika anda seorang yang tidak ingin disibukkan dengan urusan administrasi, fokus pertama yang mungkin anda lakukan adalah berbisnis di sektor perikanan, bisnis ini merupakan bisnis yang sangat menjanjikan. Mengapa, karena potensi perikanan laut Indonesia yang tersebar pada hampir semua bagian perairan laut Indonesia belum tergali secara maksimal.Luas perairan laut Indonesia yang diperkirakan mencapai 5,8 juta km2 yang terdiri dari 0,8 juta km² laut territorial, 2,3 juta km² laut nusantara, dan 2,7 juta km² Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia. Dengan garis pantai terpanjang di dunia sebesar 81.000 km dan gugusan pulau-pulau sebanyak 17.508, Indonesia memiliki potensi ikan yang diperkirakan terdapat sebanyak 6,26 juta ton per tahun yang dapat dikelola secara lestari dengan rincian sebanyak 4,4 juta ton dapat ditangkap di perairan Indonesia.</p>
<p>Tapi sungguh disayangkan, pemanfaatan potensi perikanan laut Indonesia walaupun telah mengalami berbagai peningkatan pada beberapa aspek. Namun, secara signifikan belum dapat memberi kekuatan dan peran yang lebih kuat terhadap pertumbuhan perekonomian dan peningkatan pendapatan masyarakat nelayan Indonesia.</p>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=7&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/lautan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.swellmagnet.com/surfing_travel/ment_images/stevebarrelmaccas.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">laut indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>GUNUNG BROMO</title>
		<link>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/gunung-bromo/</link>
		<comments>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/gunung-bromo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 11:11:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>prayoga andry</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gunung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sriluphluph.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Bromo…Bul…Bulll… Kamis, Februari 7th, 2008 Asap mengepul dari kawah Gunung Bromo   Sunrise di Bromo Senin, Desember 3rd, 2007 Wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Gunung Bromo setiap pagi pasti menuju ke Pegunungan Pananjakan. Dari pegunungan tersebut, mereka menyaksikan detik-detik terbitnya matahari. O Indahnya…Foto: Budi ‘Uglu’ Sugiharto   Yadnya Kasada Senin, Desember 3rd, 2007 Warga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=5&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Bromo…Bul…Bulll…" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/109">Bromo…Bul…Bulll…</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Kamis, Februari 7th, 2008</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R6sXKgIuAiI/AAAAAAAAAUA/EiGYMdHeJ2o/s1600-h/bromo_asik.jpg"><img src="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R6sXKgIuAiI/AAAAAAAAAUA/EiGYMdHeJ2o/s320/bromo_asik.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Asap mengepul dari kawah Gunung Bromo</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Bromo…Bul…Bulll…" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/109#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Sunrise di Bromo" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/90">Sunrise di Bromo</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Senin, Desember 3rd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1OFlueDxkI/AAAAAAAAAJw/LoVe8j0spBY/s1600-R/sunriise.jpg"><img src="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1OFlueDxkI/AAAAAAAAAJw/zChcFj9A_Wg/s200/sunriise.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Wisatawan domestik maupun mancanegara yang mengunjungi Gunung Bromo setiap pagi pasti menuju ke Pegunungan Pananjakan. Dari pegunungan tersebut, mereka menyaksikan detik-detik terbitnya matahari. O Indahnya…Foto: Budi ‘Uglu’ Sugiharto</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Sunrise di Bromo" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/90#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Yadnya Kasada" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/86">Yadnya Kasada</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Senin, Desember 3rd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1N1z-eDxgI/AAAAAAAAAJQ/Fxta7gtwpxs/s1600-R/kasada.jpg"><img src="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1N1z-eDxgI/AAAAAAAAAJQ/0RVGYoP2zo8/s200/kasada.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Warga Suku Tengger berdiri di lereng kawah Gunung Bromo ketika upacara Yadnya Kasada. Mereka menanti sedekah bumi yang biasa dalam ritual itu dibuang ke kawah. Foto: Budi ‘Uglu’ Sugiharto</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Yadnya Kasada" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/86#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Batu Menawan" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/84">Batu Menawan</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Senin, Desember 3rd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nzm-eDxeI/AAAAAAAAAJA/5t1_lUQYWdc/s1600-R/Batu.jpg"><img src="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nzm-eDxeI/AAAAAAAAAJA/ngWijk6NfNM/s200/Batu.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Pemandangan di Kota Batu sangat menawan. Foto diambil dari obyek wisata Hotel Kusuma Agro. Foto: Budi ‘Uglu’ Sugiharto</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Batu Menawan" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/84#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Kawah Ijen" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/83">Kawah Ijen</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Senin, Desember 3rd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nx2OeDxdI/AAAAAAAAAI4/r8k5S9S1VMY/s1600-R/ijen4.jpg"><img src="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nx2OeDxdI/AAAAAAAAAI4/Ht2kT6ksHY0/s200/ijen4.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia, Kawah Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, statusnya masih normal. Di danau Ijen, sejumlah pekerja disibukan dengan aktivitas penambangan belerang. Foto: Budi Uglu Sugiharto</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Kawah Ijen" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/83#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Pencari Rumput dan Bromo" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/55">Pencari Rumput dan Bromo</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Minggu, Desember 2nd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J-NeeDw9I/AAAAAAAAAEw/AHA-PVIJAzc/s1600-R/bromo+cing.jpg"><img src="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J-NeeDw9I/AAAAAAAAAEw/5H09Wv7DkIE/s200/bromo+cing.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Seorang pencari rumput beristirahat sejenak sambil menikmati panorama Gunung Bromo. Dari bukit Cemoro Lawang, Sukapura, landscape Bromo bisa disaksikan secara sempurna.<strong>foto: Budi Uglu Sugiharto</strong></p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Pencari Rumput dan Bromo" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/55#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Selimut Kabut" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/53">Selimut Kabut</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Minggu, Desember 2nd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J8TeeDw7I/AAAAAAAAAEg/0qW-Zj23kgQ/s1600-R/bromo.jpg"><img src="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J8TeeDw7I/AAAAAAAAAEg/m4xdoniAU2o/s200/bromo.jpg" border="0" alt="" /></a><br />
Suasana pagi di kaki Gunung Bromo sungguh menawan. Lautan pasir yang membentang disertai kabut menambah suasana menjadi dramatis. Sekali lagi, itu satu bentuk kebesaran Tuhan.</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Selimut Kabut" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/53#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Indahnya Kawah Ijen" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/47">Indahnya Kawah Ijen</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Minggu, Desember 2nd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/v9qpPiMVbn0/s1600-R/kawah_ijen.jpg"><img src="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/maq-fjOCzKw/s320/kawah_ijen.jpg" border="0" alt="" /></a>Gunung Kawah Ijen merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur yang selalu ramai dikunjungi baik oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>
<p>Alam pegunungan yang indah dan sejuk sering mereka nikmati mulai dengan cara berkemah di Paltuding. Dengan ditemuinya ayam hutan disepanjang jalan aspal menunjukkan bahwa. keasrian gunung dan hutan masih terawat dengan baik.</p>
<p>Di Puncak Gunung Ijen terdapat danau kawah dengan airnya yang berwarna hijau toska dan ber-pH sangat asam. Di sebelah tenggara danau terdapat lapangan solfatara yang merupakan dinding danau Kawah Ijen dan di bagian barat terdapat Dam Kawah Ijen yang merupakan hulu dari Kali Banyupait.</p>
</div>
<p class="postmetadata"><a title="Komentar pada Indahnya Kawah Ijen" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/47#respond"></a> </p>
</div>
<div class="post">
<h3><a title="Permanent Link to Bromo yang Aduhai" rel="bookmark" href="http://tantangan.blogdetik.com/archives/44">Bromo yang Aduhai</a></h3>
<p><span style="font-size:x-small;color:#777777;font-family:Arial;">Minggu, Desember 2nd, 2007</span></p>
<div class="entry">
<p><a href="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I4jueDwmI/AAAAAAAAABU/3rFixqtwjSA/s1600-R/Bromo+It"><img src="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I4jueDwmI/AAAAAAAAABU/195HxYzOuyQ/s320/Bromo+It%27s+Beautiful.jpg" border="0" alt="" /></a></p>
<div>Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang letaknya di tengah-tengah wilayah Propinsi Jawa Timur luasnya 800 km2 merupakan gunung berapi terbesar di Jawa Timur dan Gunung Semeru merupakan Gunung tertinggi di Pulau Jawa puncaknya berada pada ketinggian 3.676 m di atas permukaan laut.</div>
<p> </p>
<div>Kaldera Tengger di puncak Gunung Bromo yang luasnya 10 km2 merupakan perpaduan antara lembah dan ngarai dengan panorama yang menakjubkan. Kawah Bromo berada di bagian utara berketinggian 2.3382 m di atas permukaan laut masih aktif dan setiap saat mengeluarkan kepulan asap ke udara.</div>
<p> </p>
<div>Suhu rata-rata di puncak Bromo antara 5 s/d 18 derajad Celcius. Bagian selatan merupakan dataran tinggi yang dipisahkan oleh lembah dan ngarai, danau-danau kecil yang membentang di kaki Gunung Semeru yang dirimbuni hutan dan pepohonan sungguh merupakan pesona alam yang mengagumkan. (naskah dan foto by Uglu)</div>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/sriluphluph.wordpress.com/5/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/sriluphluph.wordpress.com/5/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/sriluphluph.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/sriluphluph.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=sriluphluph.wordpress.com&amp;blog=3642463&amp;post=5&amp;subd=sriluphluph&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sriluphluph.wordpress.com/2008/05/04/gunung-bromo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b0fc2a74be91e23ebd09504f6a31f6b9?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">coe_m3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R6sXKgIuAiI/AAAAAAAAAUA/EiGYMdHeJ2o/s320/bromo_asik.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1OFlueDxkI/AAAAAAAAAJw/zChcFj9A_Wg/s200/sunriise.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1N1z-eDxgI/AAAAAAAAAJQ/0RVGYoP2zo8/s200/kasada.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp3.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nzm-eDxeI/AAAAAAAAAJA/ngWijk6NfNM/s200/Batu.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1Nx2OeDxdI/AAAAAAAAAI4/Ht2kT6ksHY0/s200/ijen4.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J-NeeDw9I/AAAAAAAAAEw/5H09Wv7DkIE/s200/bromo+cing.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp0.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1J8TeeDw7I/AAAAAAAAAEg/m4xdoniAU2o/s200/bromo.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp2.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I8t-eDwsI/AAAAAAAAACE/maq-fjOCzKw/s320/kawah_ijen.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://bp1.blogger.com/_Zg4UasxWszw/R1I4jueDwmI/AAAAAAAAABU/195HxYzOuyQ/s320/Bromo+It%27s+Beautiful.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
